CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Kamis, 27 November 2008

Penelitian dibidang Teknologi Informasi dan Komunikasi


Upaya Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Upaya Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)Untuk Meningkatkan Proses Pembelajaran Dalam Rangka Menuju Profesionalitas Guru(Sebuah kajian terhadap SMP di wilayah Jakarta Selatan)
1. Pendahuluan
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) telah banyak membantu manusia dalam memperbaiki kualitas kehidupan, baik kebutuhan pribadi maupun kebutuhannya berhubungan dengan sesama. Oleh karena itu pemanfaatan TIK harus diperkenalkan kepada siswa agar mereka mempunyai bekal pengetahuan dan pengalaman yang memadai untuk bisa menerapkan dan menggunakannya dalam kegiatan belajar, bekerja serta berbagai aspek dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah dalam hal ini mendiknas melalui bidang kurikulum telah memberikan acuan untuk mempersiapkan penerus bangsa dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan demikian maka diharapkan siswa dapat menggunakan perangkat Teknologi Informasi dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktifitas lainnya sehingga siswa mampu berkreasi, mengembangkan sikap inisiatif, mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri, dan mudah beradaptasi dengan perkembangan yang baru.
Peran guru sebagai pemberi informasi harus bergeser menjadi manajer pembelajaran dengan sejumlah peran-peran tertentu, karena guru bukan satu-satunya sumber informasi melainkan hanyalah salah satu sumber informasi. Selain itu perlu didukung oleh adanya sarana prasarana TIK di sekolah-sekolah, sehingga diharapkan dengan diimplementasikannya TIK di sekolah akan meningkatkan kualitas proses pengajaran, kualitas penilaian kemajuan siswa dan kualitas administrasi sekolah.
Kondisi di lapangan banyak menunjukkan kekurangan dalam melaksanakan proses pendidikan yang bermutu, dimana masih banyak hal yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Baik dalam perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi pendidikan pada setiap jenjang pendidikan.
2. Tinjauan Pustaka
Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai suatu produk dan proses telah berkembang sedemikian rupa sehingga mempengaruhi segenap kehidupan kita dalam berbagai bentuk aplikasi.
Pengertian teknologi informasi dan komunikasi sebagai proses tidak terlepas dari pengertian teknologi dan komunikasi secara umum. Teknologi diartikan sebagai keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap kegiatan manusia. Teknologi juga didefinisikan sebagai penerapan ilmu-ilmu perilaku dan alam serta pengetahuan lain secara sistematis dan sistemik, untuk memecahkan masalah yang ada.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran, yaitu:
dari pelatihan ke penampilan
dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja
dari kertas ke “on line” atau saluran
dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja
dari waktu siklus ke waktu nyata
Tenaga pendidikan atau guru sesuai dengan UU No. 14/2005 dituntut untuk menjadi profesional, yaitu Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan menengah.
Jelas terlihat bahwa tugas guru adalah untuk kepentingan siswa-siswanyan, atau berorientasi kepada siswa (student oriented).
3. Metodologi Penelitian
a. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di 6 SMP di Jakarta Selatan. 6 sekolah tersebut terdiri dari 4 SMP Swasta dan 2 SMP Negeru
b. Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan dalam waktu 4 bulan, mulai dari seminar usulan penelitian (Proposal) sampai menyelesaikan laporan penelitian.
c. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati, dengan mengandalkan manusia sebagai alat penelitian.
d. Subyek Penelitian
Subjek Penelitian adalah Kepala sekolah dan guru dari 6 sekolah negeri dan swasta di Jakarta Selatan, dengan perincian sebagai berikut:
SMP Negeri : 2 sekolah
SMP Swasta : 4 sekolah
4. Hasil dan Pembahasan Penelitian
Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di sekolah secara umum hanya menggunakannya sebagai alat peraga, dimana pola pembelajaran tidak berbasis teknologi masih menjadi dominasi pada praktek sehari-hari. Program pengembangan pembelajaran berbasis TIK sudah mendapatkan dukungan yang besar baik dari pihak sekolah maupun pihak lain yang terkait. Kelangsungan pengelolaan TIK di sekolah tidak terlepas dari dukungan berbagai unsur yang ada, baik secara kebijakan, dukungan finansial maupun kondisi pendukung lainnya.
Berbagai usaha pemanfaatan dilakukan, dimulai dengan menggunakan komputer hingga pemanfaatan teknologi internet sebagai tuntutan terhadap kebutuhan masyarakat sekarang ini.
Sebagai dasar pengembangan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran sangat bergantung pada visi dan misi yang dimiliki sekolah yang bersangkutan. Hal ini tercermin dari pola pikir yang digunakan, apakah masih saja berkutat dengan pola pembelajaran standar atau berupaya untuk memanfaatkan TIK dalam berbagai bidang pengelolaan di sekolah. Disamping visi dan misi sekolah, tuntutan terhadap standar yang berlaku secara luas juga menjadi landasan bagi pengembangan pemanfaatan TIK di sekolah. Peraturan Pemerintah No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menjadi salah satu parameter yang harus diperhatikan pihak sekolah dalam mengembangkan sekolah agar dapat memenuhi kriteria minimal yang ditetapkan.
Berbagai upaya telah dilakukan sekolah dalam pemanfaatan TIK di sekolah, adalah penting untuk merancang pembelajaran dengan berbasis teknologi. Pada banyak sekolah telah dilakukan pemanfaatan tapi masih terbatas pada aspek komunikasi dan pengelolaan informasi belum mencapai taraf pengolahan menjadi knowledge. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan TIK belum dilakukan secara menyeluruh (parsial). Pada penelitian yang dilakukan terlihat bahwa penguasaan guru terhadap TIK dirasakan masih kurang sehingga banyak dilakukan program pengembangan pemanfaatan TIK oleh guru dalam pembelajarannya, baik oleh inisiatif pihak sekolah atau program yang dilakukan oleh pemerintah. Di sisi lain, pihak sekolah juga berupaya menyediakan tenaga ahli yang khusus melakukan program pengembangan TIK sehingga diharapkan terjadi peningkatan mutu dalam pengelolaan pendidikan di sekolah masing-masing serta siswa mendapatkan pembelajaran yang lebih baik. Program pengembangan yang dilakukan selain dengan diklat, kursus dan seminar, juga mendayagunakan peer coaching, dimana guru yang sudah mampu (mahir) membagikan ilmu (kemampuan) kepada rekan guru lainnya dalam hal pengelolaan TIK pada pembelajaran kepada siswanya.
Pola pemanfaatan TIK di sekolah meliputi beberapa hal, sebagai berikut : akses ke perpustakaan; akses ke pakar; melaksanakan kegiatan pembelajaran secara online; menyediakan layanan informasi akademik suatu satuan pendidikan; menyediakan fasilitas mesin pencari data; menyediakan fasilitas diskusi; menyediakan fasilitas direktori alumni dan sekolah; dan lainnya.
Pengembangan pemanfaatan TIK di sekolah bergantung pada beberapa faktor pendukung yang harus dimiliki. Dalam penelitian kami melihat kondisi sarana prasarana yang baik akan sangat membantu, terlebih bila lokasi berada di wilayah perkotaan. Dukungan pihak sekolah dalam hal kebijakan ditunjang oleh dukungan dari pihak komite sekolah yang peduli terhadap pendidikan serta dukungan pemerintah dalam program peningkatan mutu pendidikan menjadi hal yang penting dalam pengembangan dan pengelolaan TIK di sekolah. Disamping para siswa ternyata juga sangat antusias dalam pembelajaran berbasis TIK yang dilakukan terlebih bila dilakukan oleh tenaga ahli yang menguasai dengan baik. Berbagai metode dan bentuk pembelajaran berbasis TIK yang bervariasi akan memperkaya proses pembelajaran dilakukan di sekolah.
Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam pemanfaatan TIK di sekolah sehingga tidak menghambat pengembangan yang dilakukan. Hal terpenting adalah penguasaan guru terhadap pemanfaatan TIK dalam pembelajaran sehingga dibutuhkan tenaga ahli yang dirasakan masih kurang tersedia di sekolah.
Hal lain yang dirasakan menghambat pemanfaatan TIK di sekolah adalah besarnya investasi yang harus disediakan agar dapat melakukan program pembelajaran. Disamping pola pikir yang masih saja belum berpihak kepada teknologi, baik alasan tidak murah ataupun ketidakmampuan lainnya.
5. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di sekolah secara umum hanya menggunakannya sebagai alat peraga, dimana pola pembelajaran tidak berbasis teknologi masih menjadi dominasi pada praktek sehari-hari.
Program pengembangan pembelajaran berbasis TIK sudah mendapatkan dukungan yang besar baik dari pihak sekolah maupun pihak lain yang terkait. Sebagai dasar pengembangan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran sangat bergantung pada visi dan misi yang dimiliki sekolah yang bersangkutan.
Pengembangan pemanfaatan TIK di sekolah bergantung pada beberapa faktor pendukung yang harus dimiliki. Dalam penelitian kami melihat kondisi sarana prasarana yang baik akan sangat membantu, terlebih bila lokasi berada di wilayah perkotaan.
Hal lain yang dirasakan menghambat pemanfaatan TIK di sekolah adalah besarnya investasi yang harus disediakan agar dapat melakukan program pembelajaran. Disamping pola pikir yang masih saja belum berpihak kepada teknologi, baik alasan tidak murah ataupun ketidakmampuan lainnya.
Saran-Saran
Perencanaan yang matang terhadap program pengembangan TIK di sekolah, termasuk aspek perancangan, implementasi dan evaluasi program.
Ketersediaan tenaga ahli atau khusus yang menangani sektor TIK sangat mutlak dimiliki, dengan kompentensi atau kualifikasi di bidang teknologi informasi.
Adannya jaringan internet dapat digunakan sebagai dasar membangun networking/jejaring antar sejawat maupun sebagai sumber belajar yang tiada batas. Sehingga diharapkan akan timbul inovasi dan meningkatnya kreatifitas unsur yang ada di sekolah.
Peningkatan kemampuan guru menjadi hal yang wajib dilakukan mengingat paradigma yang ada sekarang tidak mendukung adanya kemajuan teknologi pada umumnya dan TIK pada khususnya sehingga pendayagunaan fasilitas yang tersedia menjadi tidak maksimal.
Selain kegiatan pengembangan yang masih harus dilakukan, hal mendasar lain adalah kebiasaan menulis sebagai modal dasar pengembangan ilmu. Hal ini harus dimulai dari pihak guru dan ditularkan kepada para siswa sebagai bekal untuk dapat mengaktualisasikan diri di masa
depan.